Saya dari kalangan rakyat kecil yang mungkin hanya bisa menonton dan melihat apa yang dibuat oleh para anggota DPR dan pemerintah, padahal bangsa ini tidak perlu Undang-Undang tentang Pornografi, tetapi yang dibutuhkan adalah pengentasan kemiskinan, karena rakyat kita seperti saya dan yang lainnya masih berada dibawah garis kemiskinan dan masih belum sampe di garis kemiskinan apalagi mimpi bisa melewati garis tersebut,,,,,,,,
Dulu sekali rakyat Indonesia adalah rakyat yang mementingkan untuk membela negara dan tumpah darah Ibu Pertiwi yang mungkin hanya ada dijaman pejuang saja yang mau seperti itu. sekarang orang bersidang aja sudah puluhan juta bahkan ratusan juta mereka dapatkan, uang segitu aja masih kurang.
Bandingkan dengan rakyat yang semajemuk ini dan tidak ada orang diluar negri seperti di Indonesia yang mempunyai perbedaan suku-bahasa-agama yang sangat banyak sekali yang tidak akan didapat dinegara lain, jangankan buat UU Pornografi, tentang tayangan TV yang tidak mendidik aja banyak banget, masa orang dilecehkan tidak lapor polisi kan lucu sekali, kalo buat UUP kalo bisa belajar dari Negara yang sudah menjunjung tinggi Hak setiap manusia.
Salah satu contoh Mungkin Swis atau German, jangan harap para pemuda atau laki-laki bisa memanggil(suit-suit) perempuan yang lagi jalan kaki atau duduk-duduk bisa seenaknya gitu, kalo tidak para polisi akan menangkap orang yang memanggil (suit-suit) diperempuan tersebut, karena perempuan tersebut merasa dilecehkan harkat dan martabatnya……. makanya jangan membuat UU kalo kita belum siap, padahal Ibu-Ibu di Negara kita ini masih suka dengan tanyan TV yang namanya SINETRON yang kebanyakan melecehkan para Wanita, tapi apa tidak terpikirkan oleh orang kita, atau FILM yang menceritakan soal Agama kalo orang Korupsi atau memakan Uang rakyat akan Meninggal dengan Mengenaskan, coba lihat mana ada pejabat Indonesia yang Korupsi dan meninggal dengan cara seperti di FILM tersebut, dari semua SINETRON itu tidak ada yang pernah terjadi dinegri kita ini. masa kita selalu kalah dengan Malaysia, padahal ide cerita itu dari Orang Malaysia yang salah penafsiran, tapi rakyat Indonesia sangat amat percaya dengan ide gila dari Cerita itu.
DPR kalo bisa anda bersih-bersih diri sebelum Buat UUP(Undang-Undang Pornografi), sebelum anda buat lebih baik anda lihat disekliling anda, dikeluarga anda atau anda memayangkan kelakuan anda dulu pada waktu muda, apakah anda Perawan atau Perjaka pada saat anda menikah jawabnya pasti tidak, anda sudah pernah mencium pasangan anda memagang tangan pasangan anda atau barangkali meniduri pasangan anda, kita jangan munafik kalo soal kebutuhan Biologis tersebut.
Contoh kasus sekarang orang berpuasa anda lihat FPI(Fron Pembela Islam), saya pas nonton TV tadi siang disalah satu Stasiun TV yang menyiarkan Berita dan Entertainmen One, orang buak usaha siang hari aja tidak boleh dengan alasan bahwa orang berpuasa, padahal itu tidak ada UU untuk menertipkan, ini bukan Arab bung, Negri timur tengah contoh saja Turki negara tersebut dari Info yang ada diTV mereka membuka toko makanan siang hari, tidak ada masyarakat mendemo atau merusak rumah makan mereka, padahal Turki adalah negara yang hampir mayoritas BerAgama Muslim. Mungkin lebih baik FPI (Fron Pembela Islam) belajar ke Negara Turki yang kita lihat perbedaan dan toleransinya sangat tinggi.
Negara kita negara yang selalu dijajah, kita bilang merdekat, jangan Bung anggota DPR sebaiknya bercermin kepada Pahlaman yang tidak pernah akan dikenang oleh anak cucu mereka nantinya, paling mereka akan kenal siapa pahlaman di Sumatra Singsinga Mangaraja tapi apakah anggota DPR sadar ada pahlawan yang hanya dengan mesin ketik saja bisa membuat Bung Karno bisa kebakaran jenggot…. he………..mmmmmm.
Berkacalah dengan diri sendiri sebelum anda melangkah……….. rakyar perlu makan bukannya perlu UUP(Undang Undang Pornografi).
Maaf kalo ada yang merasa tesinggung dan tidak enak hati, sekali lagi saya minta maaf
Pergi kejakarta dengan kereta, sampe dijakarta pagi hari, jangan lupa baca Wordpres aku siapa tau bisa membantu.
Aku bangga Menjadi Orang INDONESIA


